Home / Hukrim / Putusan AKBP Hartono Setelah Pemilu

Putusan AKBP Hartono Setelah Pemilu

CNNBANTEN.ID TANGERANG – Sidang putusan Wakil Direktur narkotika Kalimantan Barat AKBP Hartono ditunda setelah Pemilu 2019. Akpol angkatan tahun 1997 itu dituntut JPU Afni Carolina SH selama 15 tahun penjara denda 1milyar. Terdakwa menunggu nasipnya di sidang putusan tanggal 22 April 2019.

Terdakwa AKBP Hartono di tangkap AVSEC (avication sekuriti) Bandara Sutta pada hari Rabu tanggal 28 Juli 2018. Ketika di geledah terdakwa kedapatan narkotika jenis sabu sabu seberat 23,8 gram tanpa di lengkapi dokumen sebagai barang bukti Delivery order.

Menurut kuasa hukum terdakwa Abel Marbun SH dalam pembelaanya.Terdakwa sebagai penyidik dan pengembangan terhadap pelaku yang sudah di tangkap di Pontianak Kalimantan Barat dimana terdakwa bertugas. Sudah biasa membawa barang bukti untuk perkara yang sedang di tanganinya.

Dalam dupliknya kuasa hukum terdakwa Abel Marbun SH yang di bacakan di hadapan majelis Hakim Serly SH. Supaya terdakwa di bebaskan dari segala tuntutan dan dakwaan jaksa penuntut umum.

Saya meminta supaya majelis.hakim membebaskan terdakwa Hartono dari segala tuntutan dan dakwaan ujar Abel.terdakwa tidak terbukti bersalah lanjut Abel kepada wartawan. Majelis hakim agar mengabulkan pembelaan saya dan Duplik sesuai pembelaan.

Uraian tuntutan AKBP Hartono bin Salip di jerat pasal 112 ayat (2) undang undang narkotika no 35 tahun 2009. Oleh Jaksa penuntut umum. terdakwa Hartono dituntut selama 15 tahun penjara sidang 17 Maret 2019.

Terdakwa AKBP Hartono Bin Salip telah terbukti secara sah dan meyakinkan memiliki menguasai Narkotika beratnyaelebihi 5 gram atau 23,8 gram sudah menuju unsure kepemilikan atau kepenguasaan. Terdakwa adalah anggota polisi bagian narkotika dan mengerti betul cara kepenguasaan narkotika

Pemerintah Indonesia saat ini sedang melakukan pemberantasan peredaran narkotika yang sudah memasuki zona merah terhadap peredaran narkotika. Persiden sudah perintahkan kejajaran penegak hukum kususnya kapolri” perang terhadap peredaran narkotika. Sebagai anggota polisi yang menegakkan hukum di kalangan narkotika. Terdakwa AKBP Hartono malah menyalah gunakan narkotika yang sedang di perangi oleh pemerintah Indonesia.

10 bulan perkara Wakil Direktur Narkotika Kalimantan Barat ini berjalan. Tanggal 28 Juli 2018 terdakwa ditangkap sekurity Bandara Sutta.kedapatan narkotika jenis sabu sabu seberat 23,8 gram.Sampai tanggal 22 April nanti perkaranya baru akan di Vonis Hakim pengadilan Negeri Tangerang.

Kasi Pidum kejaksaan Negeri.Kota Tangerang Aka Kurniawan SH menjelaskan lamanya perkara terdakwa AKBP Hartono. Ini perkara BNN dan jaksanya yang menangani perkara ini jaksa Kajagung ujarnya. Kami ini jaksa satu dalam kesatuan. Siapapun yang di tunjuk dan mampu untuk menyidangkan harus siap.

Kebenaran lokasi perkara ada di Bandara Soekarno Hatta dan kejaksaan yang paling dekat dengan tempat kejadian perkara kejaksaan Kota Tangerang. Kami yang di tunjuk untuk menyidangkan ujar Kurniawan. Setelah perkara dilimpahkan dari penyidik polisi ke kejaksaan kami langsung limpahkan ke Pengadilan dan langsung sidang.

Kalau penasehat hukum terdakwa minta supaya di bebaskan itu hak mereka. Saya sebagai jaksa penuntut umum yang membuktikan perkara ini tidak terpengaruh dengan pembelaan pengacara terdakwa. Jaksa punya pandangan lain. Pengacara juga memiliki.pandangan berbeda,
Begitu juga Hakim memiliki keyakinan untuk menentukan putusan. (Ply)

About admin

Check Also

Ketua RT Laporkan Penganiayaan Anak oleh Ibu Tiri, Polisi Amankan Pelaku

TANGERANG, – Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya menerima laporan tindak kekerasan terhadap anak ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!