Home / Tangerang Raya / Tak Hanya Orangtua, Ratusan Anak Muda Mulai Terjangkit Diabetes

Tak Hanya Orangtua, Ratusan Anak Muda Mulai Terjangkit Diabetes

Dua tim medis RSUD Kabupaten Tangerang sedang duduk diruangan layanan Poli Khusus Diabetes Melitus. Ruangan ini selain untuk melakukan tindakan medis juga untuk konsultasi pasien, Senin (1/7/2019)

CNNBANTEN.ID – Penyakit diabetes kini tidak hanya menyerang kalangan orang tua saja. Terbukti, dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang penyakit diabetes mulai menjangkiti anak-anak muda. Faktor utamanya akibat gaya hidup dan pola makan yang salah. Dinas kesehatan mencatat, tahun 2018 jumlah penderita hanya 18.521 orang dalam setahun. Di tahun 2019, jumlah penderita melonjak drastis sampai 69.500 orang. Dari 69.500 orang 923 orang di antaranya anak muda.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, selama ini penderita diabetes identik dengan usia senja. Sebab, penyakit tersebut bersifat kronis. Artinya, penyakit itu baru muncul atau terjadi dalam waktu yang cukup lama. Namun, sekarang tidak sedikit penderita diabetes yang berusia muda. ”Saat ini penderita semakin muda, antara 25 sampai 40 tahun,” kata Hendra kepada wartawan saat ditemui di RSUD Kabupaten Tangerang, Senin (1/7/2019).

Hendra menjelaskan, penderita diabetes terbagi menjadi dua macam, yakni tipe 1 dan 2. Untuk diabetes tipe 1 disebabkan faktor genetik (keturunan). Sedangkan tipe 2 disebabkan gaya hidup atau penyakit penyerta. “Berdasar laporan yang dihimpun Dinas Kesehatan banyak yang tipe 2, kami selalu upayakan kepada pelayanan kesehatan untuk mengajak masyarakat proaktif dalam mengurangi penyakit akibat gaya hidup ini,” jelasnya.

Ditambahkan, pihaknya memprediksi penderita diabetes di wilayahnya mencapai sekitar dua persen dari jumlah penduduk sebanyak 3,47 juta jiwa. Dari pendataaan, serangan penyakit ini menimpa warga dari beragam kelas ekonomi. “Upaya-upaya untuk menekan angka penderita diabetes terus dilakukan. Di antaranya, sosialisasi pentignnya olahraga, dan mengonsumsi buah dan sayur setiap hari,” tutupnya.

Sementara itu, Pengurus Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Diah Herawati, menuturkan bertambahnya pengidap diabetes lantaran minimnya informasi penyebab penyakit tersebut, yang disampaikan oleh Pemkab Tangerang. Termasuk bahayanya penyakit diabetes melitus. Padahal, informasi ini sangat diperlukan guna menekan risiko kematian penderitanya. ”Informasi ini yang tidak sampai kepada warga. Kalau klaim sudah sosialisasi itu sah-sah saja. Tetapi pada kenyataannya berbeda. Mungkin Dinkes Kabupaten Tangerang menganggap diabetes bukan penyakit berbahaya, jadi belum diperhatikan,” tuturnya.

Dijelaskan penyakit diabetes dengan komplikasi menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Komplikasi berat diabetes di antaranya penyakit ginjal, stroke, serangan jantung, dan retinopati. Bahkan, untuk bisa sembuh dari peyakit ini, penderita membutuhkan dana yang sangat besar. ”Diabetes merupakan penyakit yang tidak dapat sembuh total. Tapi butuh pengobatan yang panjang dan cukup menguras banyak uang. Makanya ini harus cepat ditangani oleh Pemkab Tangerang bersama dengan instansi terkait,” pungkasnya. (ron/ule).

About admin

Check Also

Panjat Tebing Siap Pertahankan Tradisi Juara di Porprov Banten 2022

CNNBanten.id – Mengusung tagline pertahankan tradisi juara, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Tangerang siap ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!