Home / Tangerang Raya / Muara Sungai Dangkal Akibat Belum Dinormalisasi, Nelayan Cituis Dorong Perahu

Muara Sungai Dangkal Akibat Belum Dinormalisasi, Nelayan Cituis Dorong Perahu

Beberapa perahu nelayan bersandar di muara Sungai Cituis yang dangkal. Akibat pendangakalan itu, nelayan terpaksa mendorong perahu saat akan melaut dan bersandar, Senin (1/7/2019).

CNNBANTEN.ID – Para nelayan di Kampung Cituis, Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang mengeluhkan dangkalnya muara sungai Cituis yang belum dinormalisasi. Akibatnya, tak jarang para nelayan terpaksa mendorong perahu mereka yang kandas di muara yang juga dijadikan pelabuhan untuk menuju ke kepulauan seribu tersebut.

Ketua Kelompok Nelayan Fajar Jaya, Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji Ahmad Saudi mengatakan, kedalaman Muara Sungai Cituis hanya sekitar 1 meter. Akibatnya, puluhan nelayan Kecamatan Pakuhaji kesulitan setiap datang dan pergi melaut. “Kami ingin muara segera dinormalisasi. Sudah sangat lama sungai itu dibiarkan dangkal dan kotor,” kata pria yang sudah berfropesi menjadi nelayan sejak 1985 ini kepada wartawan di muara Sungai Cituis, Senin (1/7/2019).

Menurut Ahmad, muara Sungai Cituis berpungsi sebagai tempat bersandar tiga ratus perahu milik nelayan Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Bahkan, muara Sungai Cituis juga dijadikan pelabuhan untuk warga meyebrang ke Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Lancang di Kepulauan Seribu, DKI. “Muara Sungai Cituis akses penting nelayan dan warga. Selain tempat sandar perahu juga dijadikan tempat menunggu dan menurunkan warga yang mau nyebar ke Pulau Seribu,” tuturnya.

Ahmad berharap, pemerintah segera melakukan pengerukan atau normalisasi muara Sungai Cituis, agar aktivitas melaut nelayan dan warga tidak tergangu dengan pendangkalan tersebut. Harapan nelayan dan warga ini sering disuarakan. Namun sampai saat ini belum dirrspon. “Kalau begini terus (pendangkalan red), kami repot pak. Mangkanya kami minta ke pemerintah agar segera dibantu para nelayan ini. Dengan dilakukan normalisasi,” harapnya.

Ditemui terpisah, Kepala Unit Pelaksana Tekni (UPT) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cituis, Kecamatan Pakuhaji Suryadi mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan pendangkalan muara Sungai Cituis yang dikeluhkan nelayan tersebut. Berdasarkan aspirasi yang diterima Suryadi, akibat pendangkalan di muara Sungai Cituis mengakibatkan nelayan merugi karena tidak jarang perahu rusak. “Akibat pendakalan itu, nelayan mendorong perahunya saat akan melaut dan bersadar. Perahunya menjadi rusak. Itu kerugian nelayan yang disampikan,” kata Suryadi.

Menurut Suryadi, pihaknya sudah meyampaikan kondisi muara Sungai Cituis ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Berdasarkan informasi itu, DKP Banten sudah turun melihat kondisi muara Sungai Cituis sekitar Januari 2019 lalu. “Saat melakukan kunjungan, DKP Banten berjanji akan melakukan normalisasi muara Sungai Cituis pada 2020 mendatang,” ujarnya.

Suryadi menambahkan, muara Sungai Cituis tidak pernah sepi dari aktivitas nelayan menurunkan hasil tangkapanya dan warga yang akan meyeberang ke pulau seribu, DKI. Untuk itu, Suryadi berharap, Pemprov Banten untuk menghujudkan janji melakukan normalisasi muara Sungai Cituis. “Kalau saya bisa sebut, muara Sungai Cituis ini akses vital nelayan dan warga. Normalisasi harus segera dilakukan agar aktivitas nelayan dan warga tidak tergangu,” pungkasnya. (ron/ule).

About admin

Check Also

Pemerintah Kabupaten Tangerang Raih WTP ke-14 Kali Berturut-Turut dari BPK RI Perwakilan Provinsi Banten

CNNBanten.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk ke 14 kali secara berturut-turut mendapatkan raihan opini Wajar ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!