Home / Banten Raya / Jembatan Cipajajar Ambrol, Akses Jalan Terputus

Jembatan Cipajajar Ambrol, Akses Jalan Terputus

Dinas PUPR Kabupaten Lebak, terhadap jembatan Cipajajar di Desa Cikareo, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Minggu (23/6/2019).

CNNBANTEN.ID LEBAK– Jembatan Cipajajar di Desa Cikareo, Kecamatan Cileles, yang menghubungkan ruas Jalan Rangkasbitung– Gunungkencana dan sekitarnya. Ambrolnya jembatan tersebut diduga akibat dimakan usia. Akibatnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terpaksa melakukan pengalihan arus lalulintas khususnya bagi kendaraan besar, untuk menghindari hal yang tidak diingkan.

Warga Desa Cikareo Dhe Aji mengatakan, ambrolnya jembatan Cipajajar terjadi pada hari Jumat tanggal 21 Juni 2019. Penyebabnya, akibat faktor usia. Karena, jembatan tersebut sudah beberapa kali diperbaiki oleh pemerintah dengan memasang plat besi sebagai pelancar arus lalulintas. ”Untuk kelancaran, sebagian kendaraan khusunya kendaraan besar menuju Gungungkencana, Malingping begitupun sebaliknya sepertinya dialihkan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” kata Aji, Minggu (23/6/2019).

Menurutnya, pasca terjadi ambrol jembatan Cipajajar, nampak alat berat berada dilokasi. Alat berat yang informasinya dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak tersebut, langsung melakukan pengerukan sekaligus memperbaikinya. ”Saya kira jika hanya diperbaiki secara tidak permanen manfaatnya tidak akan berlangsung lama, karena terlihat dari fisik material pada jembatan tersebut sudah rapuh dan berkarat,” katanya.

Terlebih, lanjut Aji perbaikan secara permanen harus dilakukan lantaran jembatan yang kurang lebih panjang lima meter tersebut setiap hari dilintasi kendaraan besar dan berat, di antaranya kendaraan pengangkut semen merah putih. “Kalau hanya diperbaiki sementara, itu tidak akan lama. Karena, kita ketahui ruas jalan Rangkasbitung- Gunungkencana dan sekitarnya ini ramai dilintasi kendaraan, baik berat maupun sedang,” harap Aji.

Terpisah, Seketaris Dinas PUPR Lebak Soni saat dihubungi melalui telepon selulernya membenarkan kejadian tersebut, Soni mengaku saat ini tengah dalam perbaikan sementara agar lalulintas bisa kembali berjalan seperti semula. ”Penanganan darurat sudah beberapa kali, karena penanganan darurat yang sifatnya sementara dan kendaraan yang lewat bertonase besar, menjadi penyebab jembatan tersebut ambrol,” ujarnya.

Soni menyebutkan, seharusnya perbaikan jembatan tersebut tidak bisa dilakukan sementara melainkan perbaikan secara permanen. Namun, hal itu belum bisa disampaikannya lantara masih menunggu koordinasi. “Perbaikan harus permanen, kita akan usahakan pake anggaran Bantuan Tidak Terdua (BTT) dengan cacatan kalau disetujui. Tapi, kalau tidak disetujui ya harus menunggu anggaran perubahan,” tandasnya.(bon/ule)

 

About admin

Check Also

Berkat Kerja Bersama, Kemiskinan di Provinsi Banten Banten Menurun

CNNBanten.id – Kemiskinan merupakan salah satu dari sekian masalah yang harus segera dituntaskan. Setiap daerah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!