Home / Hukrim / Nahas, Satu Keluarga Tewas Tersambar Kereta

Nahas, Satu Keluarga Tewas Tersambar Kereta

PEMAKAMAN : Satu keluarga tersambar kereta KRL di Kecamatan Pagedanga, Kabupaten Tangerang tewas dua hari lalu, foto diambil Minggu (12/5/2019), Foto : Mulyana

CNNBANTEN.ID, TANGERANG – Nasib nahas dialami satu keluarga. Mereka meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan di perlintasan Kereta Rel Listrik (KRL) di Kp. Kandang Desa Jatake Kecamatan Pegedangan Kabupaten Tangerang, korban merupakan penumpang taksi online atau Grab Car yang hendak belanja pakaian untuk kebutuhan lebaran.

Berdasarkan data yang dihimpun dari sumber terpercaya, keempat orang penumpang yang meninggal dunia diketahui masing-masing yakni Anisa Amalia ,25, Nadia ,7, Adinda Putri Anisa ,4, dan Patia , 8 bulan. Sementara tiga orang penumpang lainnya yakni Maya,17, Veni,13, Yana ,49, dan sopir GrabCar tersebut mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS.

“Kecelakaan itu terjadi ketika korban menumpangi mobil warna merah melintasi perlintasan Kereta Rel Listrik (KRL) tanpa ada palang pintu, sontak Comuterline datang dari arah Stasiun Parungpanjang menuju Serpong Tanah Abang, kemudian terjadi kecelakaan di perlintasan, “kata Amsah (76) keluarga korban saat di temui CNNBanten.id di kediaman rumah duka Minggu 8/5/2019.

Amsah adalah suami dari Yanah mengatakan, sebelumnya dari jauh hari sudah merencanakan untuk berbelanja ke salah satu Mall di wilayah Kota Tangerang. Namun saat waktunya tiba anak-anak menagih janji dan kemudian pergi berbelanja baju untuk lebaran, “keluarga saya itu berangkat, sekitar pukul 13, 30 Wib. Intinya, mau ngajak anak-anak, karna sudah janji, “tuturnya.

Amsah menambahkan, kecelakaan di perlintasan ini sudah sering terjadi. Bahkan setiap tahunnya ada baik itu pejalan kaki atau pemngendara sepeda motor dan terahir keluarga saya. Biasanya, setiap kereta lewat itu ada bunyi sirine yang bunyi, tapi ini tidak ada. “Sirine toa yang di buat itu untuk menandakan bahwa ada kereta yang akan melintas. Tapi sudah tiga hari serinenya mati jadi tidak tau ada kereta lewat,”tuturnya.

Ketika di kompirmasi kepala Desa Jatake Adi Sumaidi mengatakan turut berduka cita atas terjadinya korban meninggal dunia disebabkan terjadinya kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di perlintasan kereta. Dia mengaku, dengan adanya peristiwa itu, ia sangat sedih lantaran korbannya adalah warga saya, “imbubnya.

Adi berjanji terkait persoalan tersebut ia akan membahas dengan Bpk Camat Pagedangan. Menurutnya, pembahasan itu kaitan akses perlintasan di wilayah Desa Jatake terutama yang sering terjadi kecelakaan.

“Kalau sekarang perlintasan ini sudah sangat ramai di lintasi warga untuk wilayah Perkotaan atau menuju ke Parungpanjang. Sedangkan, kalau menempuh jalan lain malah lebih jauh, “pungkas Adi kepala Desa Jatake. (Yan)

About admin

Check Also

Jadi ‘Ajang’ Pungli, Dewan Pertanyakan Pengelolaan Lahan Parkir di Pasar Lama Kisamaun

CNNBanten.id – Komisi III DPRD Kota Tangerang mempertanyakan pengelolaan lahan parkir di Jalan Kisamaun, Kelurahan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!