
TANGERANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang menggelar Forum Rancangan Rencana Kerja tahun 2027 di kantornya Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (4/3/2026).
Hadir dalam kegiatan, para perwakilan OPD, para pemangku kepentingan, akademisi, perwakilan Organisasi Masyarakat, serta seluruh peserta Forum Rancangan Renja Tahun 2027.
Kepala Bappeda Kota Tangerang Yeti Rohaeti dalam sambutannya menyampaikan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa lantaran atas rahmat dan karunia-Nya forum ini dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Menurut Yeti, forum merupakan tahapan penting dalam sistem perencanaan pembangunan daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.
“Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan program dan kegiatan perangkat daerah dengan arah kebijakan pembangunan Kota Tangerang,” katanya.
Lanjut Yeti, tema pembangunan tahun 2027 dalam konsep awal adalah ‘Pembangunan yang Adaptif dan Kolaboratif untuk Percepatan Daya Saing Daerah’.
“Tema ini selaras dengan visi pembangunan jangka panjang Kota Tangerang, yaitu mewujudkan Kota Tangerang yang Kolaboratif, Maju, Berkelanjutan, Sejahtera, dan Berakhlakul Karimah, serta mendukung Misi ke-5 RPJMD, yaitu meningkatkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan berintegritas,” terangnya.
Dalam konteks tersebut, lanjutnya, Bappeda memiliki peran sentral dalam memastikan kualitas perencanaan pembangunan yang terintegrasi, terukur, dan berbasis data.
“Hasil evaluasi Renja Bappeda Tahun 2025 menunjukkan capaian kinerja yang sangat baik, di mana mayoritas indikator melampaui target yang ditetapkan,” ujarnya.
Adapun beberapa capaian penting antara lain:
– Nilai IPPN Daerah yang melampaui target tahunan.
– Nilai Indeks Inovasi Daerah yang terus meningkat.
– Rata-rata Nilai Kematangan Inovasi Daerah yang mencapai lebih dari 110% terhadap target.
– Capaian realisasi keuangan Tahun 2025 sebesar lebih dari 97%, dengan rata-rata kinerja indikator kegiatan mendekati 100%.
Namun demikian, pihaknya mencatat sejumlah tantangan khususnya pada aspek pengukuran kinerja yang sebelumnya dinilai belum sepenuhnya SMART dan belum terintegrasi secara sistem.
“Oleh karena itu, penguatan E-SAKIP, integrasi sistem informasi, serta peningkatan kualitas indikator kinerja menjadi prioritas perbaikan kita bersama,” katanya.
Dengan begitu, pihaknya akan melaksanakan 4 Program, 15 Kegiatan, dan 41 Subkegiatan yang mencakup program penunjang urusan pemerintahan daerah, program perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, program koordinasi serta sinkronisasi perencanaan, program riset dan inovasi daerah.
Beberapa fokus strategis tahun 2027 antara lain:
1. Penyusunan dan pengendalian dokumen perencanaan (RKPD, perubahan RKPD, serta fasilitasi CSR).
2. Penguatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan melalui LKjIP, LKPJ, dan evaluasi RPJMD.
3. Kajian strategis bidang pendidikan, ketenagakerjaan inklusif, kemiskinan, kawasan strategis kota, hingga pengembangan CBD dan penataan kawasan kewilayahan.
4. Penguatan ekosistem riset dan inovasi daerah melalui fasilitasi indeks inovasi, jurnal riset daerah, serta promosi dan apresiasi inovasi.
Yeti menambahkan, forum ini memiliki empat tujuan utama yakni menyelaraskan strategi perencanaan dan arah pembangunan daerah, menyelaraskan usulan musrenbang dari tingkat kelurahan hingga kota, mempertajam indikator dan target kinerja perangkat daerah, menyesuaikan pendanaan program prioritas berdasarkan pagu indikatif yang tersedia.
“Kami berharap melalui forum ini, seluruh perangkat daerah dapat membangun sinergitas yang kuat, menghindari tumpang tindih program, serta memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Tangerang,” ucapnya.
Kata Yeti, tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks. Mulai dari daya saing SDM, daya saing ekonomi, infrastruktur perkotaan, kualitas lingkungan hidup, serta tata kelola pemerintahan menjadi isu strategis yang harus dijawab dengan perencanaan yang adaptif dan kolaboratif.
“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh peserta forum untuk aktif memberikan masukan yang konstruktif mengedepankan data dan evidence-based planning, mengutamakan prioritas kesejahteraan masyarakat yang berdampak langsung terhadap peningkatan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dan lintas perangkat daerah,” tuturnya.
“Mari kita jadikan Forum Rancangan Renja Tahun 2027 ini sebagai momentum untuk memperkuat kualitas perencanaan dan memastikan bahwa setiap program dan kegiatan benar-benar mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel, inovatif, dan berintegritas,” imbuhnya. (ADV)
cnnbanten.id Mitra Banten Untuk Indonesia