Home / Politik / Sanusi: Politik Harus Menyentuh Anak Muda

Sanusi: Politik Harus Menyentuh Anak Muda

Direktur Eksekutif TLM Sanusi saat menjadi narasumber Kursus Kepemiluan.

CNNBanten.id – Kursus kepemiluan yang diselenggarakan Sekolah Demokrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dinggap terobosan baik untuk perkembangan politik bagi anak-anak muda di Tangerang.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Tangerang Leadership Management (TLM), Sanusi saat menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, Sabtu (18/6/2022).

Digelarnya Program Kursus Kepemiluan yang sengaja melibatkan anak-anak muda dan mahasiswa itu juga perlu diselenggarakan secara meluas bagi anak-anak muda lain di wilayah Tangerang.

“Program politik dan Kursus Kepemilian ini harusnya tidak hanya dilakukan oleh kalangan tertentu. Politisi, partai politik, lembaga swadaya masyarakat, lembaga kepemudaan lain di Tangerang juga perlu menggelar program serupa,” harap Sanusi.

Dengan persentase menyentuh 60 persen, kalangan muda saat ini harus didorong, dipupuk, diajak, dan diberikan kedewasaan berpolitik dan berdemokrasi sejak awal.

“Harus dimulai sekarang, agar partisipasi politik saat Pemilu 2024 berjalan baik dan meriah lagi penuh kesadaran berdemokrasi,” imbuh Sanusi.

Mantan Ketua KPU Kota Tangerang itu juga menyarankan, semua pihak sudah seharusnya mendorong partisipasi aktif pemuda dalam kepemiluan. “Sekolah-sekolah kepemiluan ini semoga bisa didorong lebih luas lagi,” tukasnya.

Sementara Kepala Sekolah Demokrasi HMI, Anov Rezando mengatakan, selama 5 seri sekolah kepemiluan, sudah puluhan mahasiswa dan pemuda yang sukarela ikut program ini.

“Semoga masih bisa kami lanjutkan dalam seri-seri selanjutnya,” harap Anov. Terkait pelibatan anak-anak muda, Anov menyatakan bahwa, pihaknya menyadari saat ini kalangan muda bukan tidak memahami soal politik. Namun, tidak sedikit dari mereka yang mau partisipasi aktif dalam perpolitikan dan kepemiluan.

“Target kami, demokrasi ini jadi mainnya anak muda. Jadi anak muda bukan hanya jadi komoditi politik, namun sebagai pelaku politik aktif baik sebagai peserta, penyelenggara, atau pengawas proses demokrasi yang memahami betul proses pemilu,” imbuhnya.

Sekadar informasi, Sekolah Kepemiluan ini juga menggandeng pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan juga praktisi maupun pemerhati pemilu sebagai narasumber program. (dra)

About admin

Check Also

Fenomena Remaja Cegat Truk, Ketua Dewan Minta Seluruh Pihak Lakukan Pengawasan Ketat

CNNBanten.id – Fenomena anak dan remaja yang nekat mencegat truk menjadi perhatian serius sejumlah kalangan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!