Home / Ekonomi / Budaya Konsumtif yang Akhirnya Banyak Melahirkan Kaum BPJS

Budaya Konsumtif yang Akhirnya Banyak Melahirkan Kaum BPJS

Ilustrasi : Instragram @trace_trip_organizer

Oleh: Nurhasana, Mahasiswi Universitas Yupentek Indonesia

CNNBanten.id – Sudah tidak diragukan lagi jika sekarang budaya konsumtif sedang merebak di masyarakat.

Tidak hanya kaum menengah keatas tapi juga kaum menengah kebawah, dan istilah yang lahir di masyarakat yaitu kaum BPJS (Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita).

Menurut data NielsenIQ pada tahun 2021 jumlah konsumen belanja online indonesia yang menggunakan e-commerce mencapai 32 juta orang.

Dan ternyata jumlah itu naik cukup signifikan yaitu 88 persen dari tahun 2020 yang hanya 17 juta orang, dan mungkin akan jauh lebih melesat lagi pada tahun 2022 ini.

Dengan banyaknya pengaruh iklan di sosial media seperti Instagram, TikTok, Facebook dll, dan adanya feature paylater semakin banyak
masyarakat yang tertarik.

Mulai dari remaja usia sekolah sampai orang dewasa yang tergiur untuk membeli barang-barang yang ada e-commerce. Ditambah lagi dengan adanya flash sale. Padahal barang yang mereka beli belum tentu diperlukan.

Selain konsumtif di e-commerce tapi sekarang banyak masyarakat dengan keuangan yang pas-pasan ingin bergaya hidup seperti kaum hedon agar dapat dikatakan kekinian, seperti nongkrong di coffe shop, resto, atau di kafe juga mengunjungi tempat-tempat yang sedang hits saat ini.

Setelah itu mereka upload foto barang yang mereka beli atau tempat yang mereka kunjungi di sosial media mereka. Itu semua dilakukan agar mereka tidak merasa dikucilkan oleh lingkungan sekitarnya yang mempunyai gaya hidup yang sama.

Tidak mengherankan sebutan BPJS (Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita) itu muncul akhir-akhir ini, kaum BPJS ini muncul di kalangan kelas menengah kebawah yang tidak ingin dibilang kampungan oleh lingkungan sekitar.

Seperti perkumpulan ibu-ibu yang mengantarkan anak sekolah, kelompok ibu-ibu senam, juga banyak remaja usia sekolah yang mudah sekali oleh media sosial.

Bagi kaum BPJS ini bagaimana caranya agar tetap telihat mewah walau penghasilan mereka tidak mendukung.

Oleh sebab itu banyak dari mereka terjerumus hutang, hutang ke sesama teman mereka, hutang di bank, kartu kredit, dan kalau sudah sangat kepepet jalan terakhir adalah melakukan pinjaman online yang bunganya sangat mencekik.

Sampai pada akhirnya isilah gali lubang tutup lubang terjadi untuk menutupi hutang yang sudah dimana-mana.

Jadi menurut saya lebih baik kita bergaya hidup sesuai dengan kemampuan kita jangan hidup bergaya mengikuti orang lain yang belum tentu itu baik buat kita.

Karena dengan kita mengikuti gaya hidup orang lain kita akan mencelakakan diri kita sendiri. (*)

About admin

Check Also

Harga Jual Minyak Goreng Curah di Tangerang Masih di Atas HET, Padahal Subsidi Sudah Dicabut

CNNBanten.id – Harga minyak goreng curah di beberapa pasar di wilayah Kabupaten Tangerang masih relatif ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!