Home / Nasional / Anggaran Pelebaran Jalan Raya Teluknaga Diperkirakan Telan Rp142 Milyar

Anggaran Pelebaran Jalan Raya Teluknaga Diperkirakan Telan Rp142 Milyar

Drs. H. Slamet Budhi Mulyanto, M.Si Kepala Dinas BMSDA Kabupaten Tangerang. dok

CNNBanten.id – Estimasi anggaran untuk penataan dan pelebaran jalan di kawasan Tangerang Utara, Jalan Raya Teluknaga sampai Bojong Renged diperkirakan capai senilai Rp142 milyar.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Slamet Budi secara rinci menjelaskan, Jalan Raya yang akan dibangun tersebut sepanjang 5,8 kilometer dengan pelebaran jalan seluas 5 sampai 7 meter.

“Kita tetap berupaya secara bertahap untuk melakukan pelebaran jalan disana, kita juga harus menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan,” katanya kepada CNNBanten.id , Senin 15 November 2021.

Slamet Budi Menjelaskan, sementara ini tengah memaksimalkan lahan milik Dinas Pekerjaan Umum Pengairan. Secara bertahap, anggaran di tahun 2020 sebesar 900 juta digunakan untuk pelebaran jalan.

Beberapa prioritas penataan pelebaran jalan yaitu di kawasan pertigaan Kampung Melayu, Jalan Raya Selapajang – Teluknaga yang akan diperluas sampai 7 meter. Tahapan tersebut menghubungkan wilayah utara Kabupaten Tangerang dengan Kota Tangerang hingga akses ke Bandara Soekarno-Hatta.

Budi menuturkan, perubahan anggaran tahun 2021 menganggarkan tambahan sebesar Rp4,9 milyar. Namun total yang diperlukan untuk biaya kontruksi diluar anggaran pembebasan lahan sekitar Rp35 milyar. Sedangkan untuk biaya pembebasan lahan diperkirakan Rp80 milyar.

“Estimasi yang kita perkiraan itu sebanyak 142 milyar, dan itupun baru perkiraan, karena bisa jadi harga tanah bisa naik sewaktu-waktu,” ungkapnya.

Kendala pembangunan perluasan jalan saat ini, kata Budi, karena belum ada pembebasan lahan milik warga juga kendala anggaran yang belum semua teralokasikan karena mandek dari dampak pandemi. Apalagi biaya pembelian bahan pendukung untuk kontruksi.

“Belum ada pembebasan lahan milik warga disitu karena kendala anggaran juga kan, lahan milik masyarakat belum ada yang dibebaskan, dan kita masih menggunakan lahan milik PU pengairan,” kata dia.

Menurut Budi, Jalan Raya Teluknaga yang sempit dan tak sebanding dengan volume kendaraan, menjadi penyebab macetnya akses utama Pantura Tangerang. “Solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini ya dengan melebarkan dan menatakan ruas jalan itu,” ujarnya.

“Kontruksi dan pelebaran jalan di Teluknaga sudah mulai, sedang berlangsung,” pungkasnya. (Basri)

About admin

Check Also

Pemkot Berikan Sejumlah Aplikasi Smart City Ke Pemkab Pandeglang

CNNBanten.id – Pemerintah Kota Tangerang terus menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah lain untuk bersama – ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!