Home / Hukrim / Dari Limbah Hingga Ngojek untuk Bertahan Hidup, Ini Penjelasan dari Paman Korban

Dari Limbah Hingga Ngojek untuk Bertahan Hidup, Ini Penjelasan dari Paman Korban

Keluarga korban di Kampung Sukamantri, Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. 

CNNBanten.id – Suasana duka rasa sedih masih menyelimuti keluarga korban dari tiga orang yang tewas gantung diri  di Kampung Sukamantri, Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Wartawan CNNBanten.id menyambangi keluarga korban sekira pukul 16.45 pada Jum’at (12/6/2020). Dirinya disambut ke empat keluarga korban di ruang tamu rumah.

Paman dari istri korban H. Abung langsung bercerita tentang semasa hidup ketiga korban tersebut. Keluarga korban tidak menyangka kasus seperti ini menimpa mereka, menurut saudara-saudaranya, korban (R) semasa hidupnya orang yang baik.

Korban (R) bekerja sebagai buruh harian lepas mengumpulkan barang-barang bekas atau limbah, kadang pula (R) bekerja sebagai ojek pangkalan di daerah olek Balaraja.

Sebelum kejadian korban (R) sempat berbincang-bincang dengan beliau pada sore rabu sebelum akhirnya (R) melakukan aksi bunuh diri dengan kedua anaknya pada hari kamis sekira pukul 02:00 wib.

Kedua anaknya, masih kata H. Abung, Terlebih dahulu di akhiri hidupnya sebelum (R) melakukan aksinya dengan cara gantung diri dikamar yang menjadi tempat gudang limbah.

Nahwa keluarga korban ada selisih paham permasalahan keluarga (R) dengan istrinya (L). “Saya juga tidak menyangka bakal kejadian seperti ini, padahal sorenya sebelum kejadian saya sempat ngobrol menanyakan perihal rumah tangga mereka dengan beliau bahkan anaknya pun sempat ketemu dan sedikit ngobrol dengan anaknya,”terangnya.

Saat malamnya sekitar pukul dua belasan nicky anaknya yang umur 14 tahun tuh masih telponan nih kata neneknya, atuh kaget pas denger jam dua nya ada kejadian gitu.

Menurut paman dan ibu dari (L) istri korban (R), masalah keluarganya tidak ada hubungannya dengan orang ketiga dari siapapun entah kemungkinan itu permasalahan ekonomi mereka, Keluarga korban sangat menyayangkan kejadian seperti itu sampai terjadi.

“Atuh kaget saya yah, pas lihat si kecil kepalanya dibawah tong terus abangnya leher sama tangannya di iket tali sama bapaknya, ada api gede pas warga masuk mau madamin apinya kaget (R) udah ke gantung aja,” imbuhnya

Kedua anak korban sudah dikebumikan di TPU kampung Sukamantri pada pukul tujuh pagi tadi setelah otopsi dilakukan, (R) terlebih dahulu dibawa pihak keluarganya dan dikebumikan pada kamis malam sekira pukul sepuluh malam.

“Yah saya mah jangan sampe terjadi lagi kasus seperti ini, siapapun inimah kalau bisa jangan sampe ngelakuin hal seperti itu, harus kuat imannya jangan sampe seperti lagi,” Pungkasnya. (Hasan Basri)

About admin

Check Also

Satbimas Polres Lebak Bagikan Masker Gratis Di Pasar Rangkasbitung

CNNBanten.id – Dalam rangka terus menekan angka bertambahnya korban Covid-19 di Indonesia, khususnya di wilayah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!