Home / Politik / Dewan Termuda Janji Siap Bangun Kabupaten Lebak

Dewan Termuda Janji Siap Bangun Kabupaten Lebak

Anggota DPRD Kabupaten Lebak Muhamad Agil Zulfikar.

CNNBANTEN.ID – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak baru priode 2019-2024 untuk bisa bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, tujuannya agar visi menjadikan Kabupaten Lebak sebagai destinasi wisata unggulan nasional berbasir potensi lokal bisa terealiasi sesuai harapan.

Menanggapi hal tersebut, Muhamad Agil Zulfikar (23) yang merupakan dewan termuda di DPRD Lebak priode 2019-2024 menyatakan siap bersinergi dengan Pemkab Lebak dalam mewujudkan visi misi tersebut. Harapannya, agara masyarakat Lebak bisa merasakan kesejahteraan yang lebih baik lagi.”Saya selaku dewan termuda di DPRD Lebak, siap mensukseskan program tersebut. Agar pembangunan di Lebak bisa lebih baik lagi serta masyarakatnya sejahtera,” kata Agil sapaan akrabnya, Senin (2/9/2019).

Anggota DPRD Lebak kelahiran 3 Januari 1997 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut mengaku, berbicara destinasi wisata itu sederhana, yaitu keberhasilan destinasi wisata itu ada keterlibatan dari masyarakat, walaupun ditopang dengan hadirnya investor – investor membantu atau terlibat dalam pembangunan program tersebut.”Jadi, ujung tombaknya adalah keterlibatan masyarakat, semisal ada berapa persen keterlibatan masyarakat untuk mensukseskannya, itu harus diperhatikan. Dewan dalam hal ini, apalagi itu sudah menjadi visi kita dukung,”ujarnya.

Namun demikian, Agil yang merupakan anak ke satu dari 3 bersaudara bahkan saat ini kuliah di Universitas Brawijaya Malang jurusan Ilmu Poltik yang pada bulan Oktober 2019 mendatang akan menjalani sidang skripsi ini, meminta destinasi wisata ini dijadikan barang dagangan politik. Dalam artian, brendingnya ok, hari ini tanpak populis bahkan Lebak menjadi terkenal, tetapi dampaknya tidak bisa dirasakan oleh masyarakat. Jangan sampai destinasi wisata ini menjadi tong kosong nyaring buminya,”paaparnya.

Saat disinggung, apa yang menjadi dorongan terjun di dua politik, kata Agil menceritakan satu adalah beban intelektual karena pihaknya kuliah dijurusan ilmu poltiki. Akhirnya mengetahui adanya interkasi teori pembaharuan. Sehingga, timbul rasa untuk mengiplementasikan menjadi anggota dewan. Dan dorongan yang kedua, Kabupaten Lebak saat ini masih berkembang, alias belum bisa dikatakan berkembang. Walaupun secara data, atau status Lebak sudah dinyatakan keluar dari daerah tertinggal. Tetapi, ada aspek lainnya jika harus dibandingkan dengan daerah lainnya khususnya di Banten Lebak masih tertinggal.”Jadi, dua aspek yaitu beban politik dan realitas yang ada di Lebak yang menguatkan saya menjadi anggota DPRD Lebak. Harapannya, pembangunan di Lebak bisa lebih baik lagi, dan masyarakatnya sejahtera.

Agil yang pernah menjadi Sekretaris Jendral Gerakan Serikat Mahasiswa di internal kampus 2019 serta menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Politik Seluruh Indonesia (Polindo) menambahkan, pembangunan harus bisa dirasakan dampaknya untuk masyarakat.”Kita dukung kalau tujuannya untuk kesejahteraan untuk masyarakat. Kita mendukung selagi untuk kemajuan Lebak dan kesejahteraan masyarakat. Tapi, kalau itu hanya tong kosong nyaring buminya untuk apa didukung. Jika tidak ada dampak kemajuan dan kesejahteraan tersebut, untuk apa didukung. Intinya kita dukung jika program tersebut jelas dampaknya bisa dirasaka oleh masyarakat,”tandas. (Bon/Ule

About admin

Check Also

Pembentukan Partai Mahasiswa Indonesia Dikecam Keras, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang: Partai Hantu dan Merusak Kepercayaan Rakyat

CNNBanten.id – Kemunculan Partai Mahasiswa Indonesia menjadi pro-kontra dikalangan masyarakat juga dikalangan mahasiswa sendiri. Pasalnya, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!