Home / Banten Raya / PDAM Tirta Multatuli Dikeluhkan

PDAM Tirta Multatuli Dikeluhkan

KEKERINGAN : Epong warga Kampung Cimesir RT 03 / RW 18, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung saat menunjukan kondisi baknya tanpa ada air dari PDAM, Senin (20/5/2019).

CNNBANTEN.ID, LEBAK – Sejumlah pelanggan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Multatuli Lebak di Kampung Cimesir, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, mengeluhkan pendistribusian air bersih.

Pasalnya, dalam kurun empat bulan terakhir masyarakat kampung setempat khususnya pelanggan tetap harus membayar tagihan yang dirasa mahal, sedangkan untuk pendistribusiannya tersendat.

Warga Kampung Cimesir RT 04 / RW 18 Poniman mengungkapkan, di wilayahkanya pendistribusian sudah empat bulan tidak normal. Untuk mendapatkan air bersih, Poniman dan warga lainnya harus menunggu sampai pukul 02.00 pagi.”Dari jam 02.00 WIB sampai 05.00 WIB, air yang dikucurkan PDAM baru ada. Siangnya sama sekali tidak ada,”kata Poniman, Selasa (20/5/2019).

Menurut Poniman, selama kelangkaan air bersih ini pihaknya dan pelanggan lainnya tidak pernah mendapatkan surat pemberitahuan akan adanya pemadaman bergilir. Yang jelas, kata Poniman kondisi seperti ini merugikan pelanggan.”Air tidak normal, bayar tetap berjalan bahkan kami rasa cukup mahal,”katanya.

Untuk menutupi kebutuhan air bersih sehari – harinya, Poniman harus membeli sedikitnya enam galong, bahkan pihaknya harus antri bersama warga lainnya meminta air kepada masyarakat yang memiliii jutpam.”Tiap hari sedikitnya saya membeli enam buah galong untuk menutupi kebutuhan rumah tangga. Ini sudah menyengsarakan kami, dan kami meminta PDAM untuk segera memperbaikinya jika ada yang rusak,” harapnya.

Tidak hanya di RT 04, kelangkaan air bersih juga terjadi di RT RT 03 / RW 18. Epong mengatakan, warganya sudah tiga hari terakhir tidak ada kucuran air bersih dari PDAM. Sehingga untuk menutupi kebutuhan sehari – harinya pihaknya selain membeli juga meminta kepada tetangga yang memiliki Jutpam.”Sudah tiga hari kami tidak ada pasokan air bersih dari PDAM. Bahkan kejadian ini tidak ada pemberitahuan sama sekali,” kata Epong.

Epong mengaku resah dengan kondisi seperti ini, sebab kasus kelangkaan air bersih ini sudah lama di alami penduduk RT 04 yang sudah mencapai kurang lebi empat bulan. Dan tiga hari terakhir juga dialami warganya. ”Ya, RT 04 itu sudah empat bulan padahal lokasinya berdekatan dengan RT 03, sepertinya beda viva kang. Tapi yang jelas dengan kondisi seperti ini kami kecewa terhadap pelayanan PDAM,” tandasnya.

Terpisah, Kacab PDAM Rangkasbitung Didi Humaedi saat ditemui di kantornya tidak ada. Menurut keterangan salahsatu pegawainya pak Kacab sedang keluar kantor. “Biasanya pak kacab itu biasanya pagi ada. Tapi kalau siang itu kelapangan. Terkait kendala untuk penyaluran air bersih ke Kampung Cimesir itu ada kendala pada viva di Kampung Narimbang, Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung,” kata singkatnya yang namanya enggan mau dikorankan. (bon)

About admin

Check Also

Berkat Kerja Bersama, Kemiskinan di Provinsi Banten Banten Menurun

CNNBanten.id – Kemiskinan merupakan salah satu dari sekian masalah yang harus segera dituntaskan. Setiap daerah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!