Home / Banten Raya / Akibat Tanah Bergerak, 5 Rumah Warga Jampang Roboh

Akibat Tanah Bergerak, 5 Rumah Warga Jampang Roboh

MENUNJUKAN : Warga Jampang saat menunjukan rumahnya yang mengalami rekat parah akibat dampak dari pergerakan tanah yang kini masih terus terjadi, Rabu (1/5/2019). Foto : Abon

CNNBANTEN.ID LEBAK – Sebelumnya, lima rumah warga Kampung Jampang, Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak di robohkan dan roboh dengan sendirinya akibat bencana pergerakan tanah. Akibat bencana tersebut masih terjadi lima rumah warga setempat kembali roboh.

Ketua RT 01 Kampung Jampang Ubay mengatakan, dampak bencana pergerakan tanah yang sampai saat ini masih terus terjadi membuat lima rumah diantaranya milik Sardi roboh dengan sendirinya, sedangkan empat rumah milik Saliah, Iwan, Ahri, dan Nunung terpaksa dirobohkan lantaranya kondisinya sangat membahayakan.”Kini lima kepala keluarga tersebut diungsikan kerumah kerabatnya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,”kata Ubay, Rabu (1/5/2019).

Menurutnya, tidak hanya 5 lima rumah yang kini sudah rata dengan tanah, sebanyak 12 rumah di terpaksa dikosong lantaranya tingkat kerusakan yang membesar. Maka atas kesepakatan bersama 12 kepala keluarga harus mengosongkan rumahnya.”Khawatir membahayakan, terpaksa 12 rumah tersebut terpaksa dikosongkan guna menghindari hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Dengan kondisi ini, katanya warga terus dihantui rasa takut terlebih saat ini kampung setempat setiap sore hari kerap diguyur hujan deras. Sebab, pergerakan tanah terjadi ketika hujan deras terjadi. Maka hal ini sangat dikhawatirkan masyarakat.”Kejadian ini sudah kami laporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak,” terangnya.

Dan pihaknya mewakili warga meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak untuk segera mencarikan solusi. Sebab, kata Ubay rencana relokasi atau pemberian bantuan stimulan untuk warga yang terdampak bencana pergerakan tanah sampai saat ini belum ada kabarnya.”Kita harap baantuan dari pemerintah jangan sampai menunggu ada korban dulu, baru bantuan di kucurkan. Saat ini pergerakan tanah terus terjadi bahkan dampaknya pun sudah jelas ada, maka seharusya pemeerintah harus segera mengambil tindakan konkrit,” harapnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Lebak Kaprawi membenarkan, pergerakan tanah kembali terjadi di Kampung Jampang, Desa Sudamanik. Dampak dari kerjadian tersebut, kembali rumah warga setempat ada yang dirobohkan ada pula yang roboh dengan sendirinya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.”Kita sudah menerima laporannya, anggota sudah mengecek kelokasi bahkan rencananya akan dibuat posko di kampung setempat untuk menanggulangi warga yang kini rumahnya sudah rata dengan tanah,” ujarnya.

Terkait bantuan stimulan yang direncanakan pemerintah, kata Kaprawi saat ini masih dalam proses. Sebab, korban pergerakan tanah tidak hanya di Kampung Jampang melainkan di Kampung Sukalaksana, Desa Gunungwangun, Kecamatan Cibeber.”Untuk Gunungwangun tinggal menunggu pencairan. Sedangkan untuk warga jampang saat masih dalam kajian, sebab data terus bertambah akibat bencana tersebut masih terjadi,” Tandasnya. (Bon)

About admin

Check Also

WH Tinjau Kebun Pisang Cavendis di Kabupaten Lebak

CNNBanten.id – Gbernur Banten Wahidin Halim (WH) meninjau kebun pisang milik masyarakat dan kelompok tani ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!