Home / Hukrim / Depresi Karena Himpitan Ekonomi, Pria Paruh Baya di Tangerang Nekat Terjun Ke Sumur

Depresi Karena Himpitan Ekonomi, Pria Paruh Baya di Tangerang Nekat Terjun Ke Sumur

Lokasi sumur sedalam kurang lebih 12 meter saat korban menceburkan diri di Jayanti, Kabupaten Tangerang, Minggu dini hari.

CNNBanten.id – Seorang pria paruh baya berinisial S (45) nekat menceburkan diri ke sumur sedalam 12 meter. Peristiwa tersebut sontak saja mengejutkan warga Gandasari, Desa Jayanti, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Minggu 15 Mei 2022 dini hari.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Menurut laporan yang dihimpun, S nekat mengakhiri hidup diduga lantaran depresi akibat terhimpit masalah ekonomi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Abdul Munir mengatakan korban berhasil dievakuasi dari dalam sumur selama dua jam, lamanya evakuasi memerlukan kehati-hatian mengingat kedalaman sumur 12 meter.

“Evakuasi korban yang terjun di sumur sekitar dua jam, ini karena perlu kehati-hatian mengingat kedalaman sumur 12 meter dan kondisi gelap,” ujar Abdul Munir.

Awalnya, kata Abdul Munir, pihaknya menerima laporan sekitar pukul dua waktu setempat dan langsung menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan lima orang personil serta peralatan yang digunakan seperti tripot dan tali karamantel.

“Tim kami berangkat pukul 02:45 WIB, setelah menerima laporan dari pak Amirudin RT setempat yang memberikan laporan warganya tenggelam di sumur kampung,” katanya.

Pada saat evakuasi, lanjutnya, kondisi sangat gelap mengingat waktunya dini hari, dan sedikit ada hambatan dikarenakan kedalaman sumur sekitar 12 meter.

“Kita evakuasi menggunakan tali karamantel, tripot, lampu penerangan. Korban diikat dan ditarik ke atas sekitar 2 jam korban berhasil di evakuasi ke atas,” ungkap Munir.

“Berdasarkan informasi yang kami himpun di tempat kejadian Korban tiba-tiba lari dan menceburkan diri kedalam sumur, sempat di tolong ditarik pakai tali tapi dilepas oleh korban dan akhirnya nyawa korban tidak bisa diselamatkan,” terangnya.

Adapun kronologis berdasarkan kesaksian warga, korban S sebelum terjun ke sumur sempat menyambangi rumah Amirudin ketua RT setempat yang tak lain masih kerabat korban. Korban pun meminta bantuan kepada Amirudin agar dicarikan pekerjaan.

Namun nahas, saat Amirudin pergi hendak membeli sebuah makanan, tak berselang kemudian terdengar teriakan anak kecil meminta tolong. Mendengar teriakan tersebut, Amirudin bergegas menghampiri sumber teriakan.

Saat di lokasi, ia mendapati korban sudah menceburkan diri ke sumur sedalam 12 meter itu. Sempat memberikan dan melakukan pertolongan menggunakan tali tambang oleh sejumblah kerabat korban. Namun di luar dugaan, korban sempat memegang tali yang kemudian korban melepaskan eratannya. (Basri)

About admin

Check Also

Bawaslu Kota Tangerang Kolaborasi Dengan Fakultas Hukum UMT

CNNBanten.id – Bawaslu Kota Tangerang menghadiri seminar dengan tema Kualifikasi Tindak Pidana Pemilu Serentak Tahun ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!