Home / Politik / Bukan Sekadar Adu Nasib, Tapi Harus Punya Keterampilan

Bukan Sekadar Adu Nasib, Tapi Harus Punya Keterampilan

MENERANGKAN : Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar bersama Mad Romli, Selasa (11/6/2019), Mad Sutisna cnnbanten.id

CNNBANTEN.ID TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memprediksi arus balik ke Kabupaten Tangerang lebih banyak saat lebaran tahun ini.

Hal itu terjadi karena para pemudik mengajak  pendatang baru untuk mengadu nasib di wilayah yang memiliki ribuan industri tersebut.

Untuk mengantisipasi itu, Pemkab Tangerang akan memberlakukan syarat ketat. Dimana setiap pendatang harus memiliki keterampilan dan kemampuan untuk bersaing. Jika tidak, pemkab menyarankan pendatang dilarang masuk ke Tangerang.

Hal itu dikatakan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar belum lama ini. “Kami minta para pemudik tidak membawa pendatang ke wilayah Kabupaten Tangerang. Dirinya khawatir pendatang baru pasca lebaran bakal menambah jumlah pengangguran dan jumlah penduduk di Kabupaten Tangerang,” katanya.

Politisi Partai Golkar ini mengaku tidak alergi dengan urbanisasi. Dia tetap membuka pintu bagi pendatang mencari pekerjaan di Kabupaten Tangerang. Dengan catatan, pedatang tersebut memiliki keterampilan dan tempat tinggal yang jelas.

“Tidak masalah mereka datang ke Tangerang, tapi harus jelas. Artinya, memiliki keterampilan dan tempat tinggal,” ungkapnya.

Zaki menambahkan, sudah mengirimkan surat ke Camat dan Lurah untuk beperan aktif  mengawasi para pendatang baru. Hal itu untuk mengatasipasi segala hal yang tidak diinginkan.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang Syafrudin mengatakan,  pihaknya telah mewaspadai pendatang ilegal yang mencari pekerjaan.

’’Mereka adalah pendatang yang nekat tanpa dilengkapi data kependudukan,’’ katanya Syafrudin.

Antisipasinya, pihaknya bakal melakukan operasi yustisi. Operasi kependudukan akan menyasar pendatang yang tidak mempunyai kartu identitas seperti kartu tanda penduduk (KTP).

Menurut Syafrudin, biasanya pendatang masuk ke Kabupaten Tangerang karena mengikuti kerabatnya. Namun, tidak sedikit yang datang tanpa tujuan. Mereka mayoritas dari Jawa dan Sumatera. Rata-rata, pendatang berusia produktif.

Syafrudin menambahkan, pendatang biasanya menyerbu sebelas wilayah yang ada di Kabupaten Tangerang. Di antaranya Jayanti, Balarja, Cikupa, Tigaraksa, Pasar Kemis, Kosambi, Sepatan, Sepatan Timur, Curug, Pagedangan, Kelapa Dua. (mad sutisna/ule).

About admin

Check Also

Fraksi-fraksi DPRD Banten Apresiasi Rancangan Perubahan APBD Tahun 2021

CNNBanten.id – Sejumlah fraksi di DPRD Banten menunjukkan dukungan terhadap Rancangan Perubahan APBD Pemerintah Provinsi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!