Home / Banten Raya / Banjir Bandang Hantam Empat Kecamatan Di Kabupaten Lebak

Banjir Bandang Hantam Empat Kecamatan Di Kabupaten Lebak

MENINJAU : Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya didamping sejumlah OPD saat memantau langsung kondisi pasca banjir bandang di Kampung Cibeurih, Desa Margamulya, Kecamatan Sajira, Rabu (23/5/2019), Foto : Abon

CNNBANTEN.ID LEBAK – Ratusan Rumah, Jembatan, Ponpes, Sekolah, dan Majlis Taklim terendam akibat banjir bandang di empat Kecamatan di Kabupaten Lebak.

Yaitu Kecamatan Sajira, Muncang, Leuwidamar, dan Kecamatan Cimarga, Rabu (22/5) sekitar pukul 16.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun banjir bandang yang belum diketahui akibatnya saat ini tengah ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak.

Informasi yang dihimpun, data sementara dari empat kecamatan yang terdampak banjir bandang sebanyak 29 unit rumah mengalami rusak berat, 27 rumah rusak ringan, 209 rumah terendam, 3 unit jembatan permanen rusak berat, 3 unit ponpes mengalami rusak berat, 2  unit majlis taklim, dan 1 unit sekolah dasar terendam. Yang paling paling parah kerusakannya terjadi di Kecamatan Sajira. Bahkan di lokasi di Kampung Cibeurih, Desa Margamulya, Kecamatan Sajira, piung –puing rumah berserakan di bantarang sungai akibat dampak banjir bandang.

Warga yang rumahnya terdampak berusaha membersihkan baik puing maupun lumpur yang terbawa debit air, dan memberihkan alat rumah tangga yang kotor.

Kepala Desa Margamulya Yahya mengatakan, Didesa hujan deras mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, selang satu jam setengah sungai Cibeurih meningkat, disertai gemuruh suara air. Dengan sekejap air langsung menghantam rumah warga yang berada dibantaran sungai. ”Air dengan cepat meningkat dan langsung memporak –porandakan rumah warga,” kata Yahya.

Banjir bandang, kata Yahya tidak berangsur lama hanya dua jam dari pukul 17.30 sampai 19.30 WIB. Sebab, sekitar pukul 19.30 WIB air sungai Cibeurih sudah surut kembali. Saat itu juga warga pasca menyelamatkan diri langsung menghamiri rumahnya masing – masing dan langsung melakukan pembersihan.

”Alhamdulilah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena sebelum kejadian warga langsung menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman,” tandasnya.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, didampingi Sekda Dede Jaelani, Asisten daerah (Asda) II Budi Santoso, dan Kepala Pelaksana BPBD Lebak Kaprawi mengatakan, dari bencana banjir bandang ini yang paling parah di Kampung Cibeurih Desa Margamulya. Dengan musibah ini, pihaknya mengaku prihatin.”Terpenting tidak ada korban jiwa tapi untuk bantuan segera disalurkan,”ujarnya.

Bupati Iti memastikan untuk kebutuhan sangan pangan dipastikan tercukupi, sedangkan upaya lanjutnya nanti akan dibentuk tim penangananya untuk mendata memastikan jumlah inprastruktur dan rumah yang terdampak untuk menghitung jumlah kerugiannya.”Untuk penyebabnya, belum diketahui pasti namun selama 53 tahun ini baru terjadi banjir bandang. Diketahui sungai ini masuk di aliran Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), ada faktor yang belum kita ketahui maka akan dilakukan pemantauan lewat udara untuk memastikan penyebab terjadinya banjjir bandang ini,” tandasnya. (Bon)

About admin

Check Also

Berkat Kerja Bersama, Kemiskinan di Provinsi Banten Banten Menurun

CNNBanten.id – Kemiskinan merupakan salah satu dari sekian masalah yang harus segera dituntaskan. Setiap daerah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!