Home / Banten Raya / Di Kabupaten Lebak, Guru Diniyah dan Mengaji Dapat Insentif

Di Kabupaten Lebak, Guru Diniyah dan Mengaji Dapat Insentif

MENDENGARKAN : Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lebak Budi Santoso, Jumat (17/5/2019), Foto : Abon

CNNBANTEN.ID LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak akan mengucurkan Rp5,87 miliar. Anggaran yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Lebak 2019 tersebut untuk insetif 5.425 orang guru Diniyah dan 10.481 guru mengaji di Lebak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Lebak Iyan Fitriyana mengatakan, sesuai regulasi bahwa di Kabupaten Lebak sudah mengendor kegiatan magrib mengaji melaui Peraturan Bupati (Perbub). Kemudian telah mendorong  tentang madrasa diniyah bahkan diperkuat melalui Peraturan Daerah (Perda). ”Dikesejahteraanya bagi sebanyak 5.425 orang guru madrasah diniyah dan 10.481 orang guru mengaji di tahun 2019 ini akan mendapatkan honor yang akan diberikan sebelum lebarang,”kata Iyan Fitriyana saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/5/2019).

Anggaran yang mencapai 5,87 miliar lebih yang dialokasikan melalui APBD 2019 tersebut akan dibagikan kepada ribuah guru madrasah dan guru mengaji. Adapun rinciannya kata Iyan Fitriayan, untuk guru madrasah akan mendapatkan masing – masing Rp 600 ribu perorang sedangkan untuk guru mengaji itu akan mendapatkan Rp250 ribu (belum dipotong pajak. ”Jadi untuk honor guru madrasah diniyah itu dari 4.425 orang itu mencapai Rp3,25 miliar sedangkan untuk 10.481 orang itu diangka Rp2,67 lebih,” paparnya.

Menurutnya, masih banyak ekspetasi yang disediakan penyelenggaran (Kesra-red) tapi karena kembali lagi akibat keterbatasan anggaran. Maka baru sebatas itu yang baru di suguhkan  sebagai bentuk apresiasi terhadap guru madrasah diniyah dan guru mengaji. “Tapi kami berharap dengan ikhtiar itu semua akan menambah capaian kualitas atas dari program mengaji dan pembelajaran di madrasah,” harapnya.

Saat disinggung, pemberian insentif ini rutin dilakukan oleh pemerintah atau hanya kali ini saja, Iyan Fitriyana mengaku, pemberian insetif ini dilakukan setiap tahun dan kami akan terus berupaya agar besarannya bisa meningkat. ”Rencana menjelang 10- lebaran akan dilakukan penyerahan simbolis insetif tersebut. Sebab, penyalurannya akan disalurkan melalui rekening untuk guru madrasah itu masuk ke rekening Forum Koordinasi Takmiliah sedangkan untuk guru mengaji ditransfer rekening Forum Koordinasi Gerakan Magrib Mengaji (FKGMM),” tandasnya.

Terpisah, Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lebak Budi Santoso menambahkan, walaupun insentif tersebut nilainya tidak seberapa. Tapi setidaknya bisa menaikan gairah para pendidik baik itu di madrasah maupun di program magrib mengaji. ”Ini menjadi semangat bagi para pendidik keagaman. Nilai tidak seberapa tapi amal ibadah bisa lebih besar nilainya dari insetif tersebut,” pungkasnya. (Bon)

About admin

Check Also

Provinsi Banten Peringkat 3 Nasional Peningkatan Produktifitas Padi 2019-2020

CNNBanten.id – Pemerintah Provinsi Banten menerima Penghargaan Bidang Pertanian 2021 sebagai Peringkat Ketiga Nasional Peningkatan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!