
TANGERANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang menggelar aksi “Jaga Bumi, Rawat Merah Putih”, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala DLH Kota Tangerang, Yudi Pradana, menjelaskan kegiatan yang mengusung tema “Jaga Bumi, Rawat Merah Putih” tersebut menjadi momentum untuk memaknai kemerdekaan bukan hanya melalui pengibaran bendera dan berbagai kegiatan perayaan, tetapi juga melalui aksi nyata menjaga lingkungan.
Menurut Yudi, merawat lingkungan merupakan bagian dari menjaga Indonesia. Lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari menjadi bagian penting dari kualitas hidup masyarakat.
“Merah Putih yang berkibar harus diiringi dengan bumi yang terawat. Mari jadikan semangat kemerdekaan sebagai semangat untuk menjaga kebersihan, mengurangi sampah, merawat pohon dan tanaman, menghemat air, mencegah pencemaran, serta mengajak generasi muda menjadi pelopor kepedulian lingkungan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga lingkungan. Keberhasilan pengelolaan dan pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
Dalam aksi tersebut, DLH Kota Tangerang juga mengajak masyarakat melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi timbulan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing.
“Jadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari dari rumah. Pisahkan sampah organik, anorganik, dan residu sesuai dengan pengelolaannya. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan melalui Bank Sampah,” jelasnya.
Yudi juga mengajak masyarakat mengurangi sampah dari sumbernya dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle).

“Jangan melihat sampah sebagai sesuatu yang tidak bernilai. Sampah yang dipilah dengan baik dapat menjadi sumber manfaat dan nilai ekonomi. DLH Kota Tangerang terus mendorong pengelolaan persampahan berbasis masyarakat dan 3R. Sistem informasi DLH juga menyediakan informasi mengenai Bank Sampah dan TPS3R,” tambahnya.
Yudi berharap aksi tersebut dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus tidak membuang sampah sembarangan.
“Jangan membuang sampah ke jalan, sungai, saluran air, taman, maupun ruang publik. Sampah yang dibuang sembarangan dapat menyebabkan lingkungan kotor, menimbulkan bau, menyumbat saluran, dan berpotensi mencemari lingkungan,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk ikut mencegah munculnya tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Masyarakat yang menemukan permasalahan lingkungan dapat memanfaatkan kanal pengaduan yang tersedia.
“Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah munculnya TPS liar. Jika menemukan permasalahan lingkungan, masyarakat dapat memanfaatkan kanal pengaduan yang tersedia,” pungkasnya. (ADV)
cnnbanten.id Mitra Banten Untuk Indonesia