Home / Hukrim / Perizinan Gudang Disoal, PT Tiki Akui Pakai Andalalin Kawasan

Perizinan Gudang Disoal, PT Tiki Akui Pakai Andalalin Kawasan

Caption: Proyek Pembangunan Gudang Logistik PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir hingga kini masih berjalan.

CNNBanten.id – Pembangunan gudang logistik PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir di Komplek Bandara Mas, Jalan Kedaung (Perum Korpri) Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang hingga kini terus menuai kontroversi.

Soalnya, dokumen perizinan bangunan gudang milik PT Tiki tersebut bermasalah lantaran diduga belum dilengkapi dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dari Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

Kepala Pelaksana proyek pembangunan gudang PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir, Dodi mengatakan, pihaknya menggunakan dokumen Andalalin kawasan Bandara Mas untuk memenuhi persyaratan dalam pengajuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Setahu saya perizinannya sudah lengkap semua, sudah ada Andalalin-nya. Kita pakai Andalalin kawasan,” ujar Dodi kepada wartawan, di kawasan pergudangan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir, Selasa (29/1/2021).

Meski demikian, Dodi mengakui jika dokumen Andalalin yang digunakan sebagai syarat pengajuan IMB tersebut sudah habis masa berlakunya. Sehingga pihaknya saat ini tengah mengajukan perpanjangan ke instansi terkait.

“Memang kita akui (andalalin,red) habisnya 2020 kemarin, nah ini yang kita sedang lakukan perpanjangan,” tambah Dodi seraya menambahkan bahwa gudang tersebut nantinya akan digunakan oleh PT JNE yang merupakan anak perusahaan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir tersebut.

Dodi pun mengaku tidak sepenuhnya memahami regulasi yang mengatur soal kewajiban membuat dokumen Andalalin dalam setiap pembangunan infrastruktur baru.

Diketahui, dalam Permenhub Nomor 75 Tahun 2015, Pasal 5 menjelaskan, rencana pembangunan infrastruktur sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 5 ayat 1 huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, huruf g, dan huruf k, wajib dilakukan Analisis Dampak Lalu Lintas.

Itu artinya, sebelum infrastruktur dibangun, Andalalin tersebut semestinya dibuat terlebih dahulu. Dilengkapinya Adalalin tersebut seharusnya sebelum proyek berjalan, bukannya paralel dengan proyek.

“Kalau soal aturannya saya nggak begitu paham. Apalagi soal aturan bahwa setiap bangunan baru harus bikin Andalalin baru juga. Ya setahu saya sudah ada Andalalin kawasan, makanya kami pakai itu,” imbuh Dodi.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang Dedi Suhada belum bisa berkomentar banyak lantaran dirinya belum mengetahui secara gamblang terkait persoalan ini.

“Terkait masalah ini kami belum bisa memberikan tanggapan karena saat ini kami masih melakukan konfirmasi baik ke pihak Tiki maupun PT Rencar Sempurna, supaya kami bisa mengambil langkah yang sesuai dengan aturan yang semestinya,” ujar Dedi Suhada melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya, Kepala Dishub Kota Tangerang Wahyudi Iskandar memastikan pihaknya belum pernah mengeluarkan rekomendasi Andalalin untuk bangunan gudang tersebut.

“Saya cek dokumen (Andalalin untuk PT Tiki,red) nggak ada. Yang ada pergudangan PT Rencar Sempurna. Kalau Tiki nggak ada,” beber Wahyudi Iskandar, melalui pesan WhatsApp.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pihak mempertanyakan kelengkapan dokumen perizinan gudang yang kabarnya dijadikan tempat penyimpanan logistik PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir tersebut.

Sumber CNNBanten.id menyebutkan, secara umum gudang yang kabarnya berdiri diatas lahan kurang lebih 4 hektare tersebut telah dilengkapi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang. (dra)

About admin

Check Also

Ibu Tiri Aniaya Anak Ditetapkan Tersangka, Berikut Penjelasan Kapolres Metro Tangerang Kota

TANGERANG, – Polisi Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya, menaikan status ibu tiri tega ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!