Home / Tangerang Raya / Jaringan Pipa SR Jebol di Sumur Pacing, Dua Kontraktor Tidak Bertanggung Jawab

Jaringan Pipa SR Jebol di Sumur Pacing, Dua Kontraktor Tidak Bertanggung Jawab

Petugas PDAM TB Kota Tangerang perbaiki pipa jebol di Sumur Pacing.

CNNBANTEN.ID – Proyek pembangunan jaringan pipa retikulasi dan sambungan rumah (SR) di Kelurahan Sumur Pacing, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang terkesan asal-asalan. Pasalnya, Proyek baru rampung ditahun lalu tersebut jebol membanjiri rumah warga.

Usut punya usut, sebelum jebol proyek jaringan pipa SR kecil tersebut dikerjakan dua kontraktor yakni PT. Dinda Kurnia Kencana Sakti dengan anggaran sebesar Rp.1.171.925.000. Sementara CV. Buana Bhakti mengerjakan proyek jaringan pipa besar di lokasi yang sama.

Melihat air bersih terbuang Cuma-Cuma, Warga sekitar langsung koordinasi dengan PDAM TB Kota Tangerang dalam rangka segera melakukan perbaikan pipa jebol tersebut. Namun, PDAM tidak merespon peristiwa jebolnya air bersih tersebut.

PDAM beralasan dari dua proyek tersebut hasil pekerjaan di tahun lalu tersebut belum ada serah terima pengawasan dan perbaikan dari kontraktor ke Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tangerang kepada PDAM Tb Kota Tangerang.

Lantaran warga terus mendesak perusahaan plat merah Pemkot Tangerang untuk perbaikan, akhirnya PDAM menurunkan petugas perbaikan ke lokasi air bersih yang jebol tersebut.
”Mestinya pemeliharaan perbaikan pipa jebol hingga mengalami kerusakan masih tanggung jawab dua kontraktor tersebut. Tapi fakta di lokasi dua kontraktor tersebut tidak bertanggung jawab,” Ujar Hilman Santosa Ketua Presidium Poros Tangerang Solid (Poros), Rabu (1/4/2020).

Menurut Hilman, mestinya dua kontraktor tersebut bertanggung jawab jika terjadi kebocoran air tersebut. Karena kontraktor memiliki anggaran lebih untuk pemeliharaan. ”Dua kontraktor ini udah rampung proyek tidak bertanggung jawab. Jadi terkesan kontraktor jangan nyari untung doang dalam proyek jaringan pipa,” tegasnya.

Di dalam tubuh Pokja Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tangerang diduga pada saat proses seleksi lelang tender di LPSE sudah diatur pemenangnya. Sehingga proses proyek tersebut tidak menghasilkan yang baik sesuai RAB
”Begini kalau kontraktor proyek sudah diatur pemenangnya oleh petugas OPD hasilnya enggak ada yang baik,” Pungkasnya. (Hery/Cep)

About admin

Check Also

Dishub Kota Tangerang: Bus Gunakan Klakson Telolet Dinyatakan Tak Laik Jalan

TANGERANG – Berdasarkan aturan Kementerian Perhubungan Darat, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!