Home / Hukrim / Sejumlah Industri di Kota Tangerang Diduga Buang Limbah ke Sungai Cisadane

Sejumlah Industri di Kota Tangerang Diduga Buang Limbah ke Sungai Cisadane

seorang aktivis dari Banksasuci sedang mengambil sampel air dari salah satu outlet pembuangan limbah industri di wilayah Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

CNNBanten.id – Sejumlah industri di sepanjang bantaran Sungai Cisadane yang berada di wilayah Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang diduga membuang limbah cair ke sungai.

Ini berdasarkan hasil patroli rutin yang dilakukan sejumlah aktivis lingkungan dari Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci) di sepanjang Sungai Cisadane, mulai dari wilayah Kelurahan Panunggangan Barat hingga Panunggangan Utara, Rabu (23/6/2021).

Saat melaksanakan patroli, aktivis Banksasuci melihat tiga outlet pembuangan limbah pabrik di kawasan Kelurahan Panunggangan Utara mengeluarkan cairan yang langsung mengalir ke Sungai Cisadane.

Kuat dugaan, limbah cair yang dibuang tersebut masuk dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Soalnya, cairan yang keluar dari outlet tersebut menimbulkan buih dan aroma menyengat.

Direktur Banksasuci Foundation, Ade Yunus mengatakan, dugaan bahwa limbah cair yang dibuang melalui tiga unit outlet tersebut merupakan jenis limbah B3 diperkuat dengan munculnya buih berwarna putih di permukaan air.

“Selain itu, dari penciuman saja terasa aroma menyengat, seperti bau khas dari cairan kimia. Ini kita pakai masker saja aromanya menyengat, apalagi kalau maskernya dibuka,” ujar Ade Yunus saat menyurusi aliran Sungai Cisadane dengan menggunakan speedboat.

Untuk memastikan apakah limbah cair yang dibuang langsung ke Sungai Cisadane tersebut masuk dalam kategori limbah B3, Ade beserta tim pun mengambil sampel air dari ujung aliran outlet.

“Ini kita ambil sampel airnya terlebih dahulu. Nanti akan kita uji lab untuk memastikannya, untuk selanjutnya akan kami laporkan ke instansi terkait,” ungkap Ade.

Menurut Ade, banyak kasus pembuangan limbah cair ke sungai dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Seperti pada malam hari, saat turun hujan serta saat debit air sungai sedang naik.

“Biasanya di saat-saat tertentu mereka (pabrik,red) buangnya. Nah kebetulan ini kan debit air Sungai Cisadane sedang naik dan arusnya deras, kuat dugaan yang dibuang itu limbah cair jenis B3,” tukasnya.

Ade menuturkan, sejatinya masing-masing industri memiliki sistem pengolahan limbah baik padat maupun cair. Untuk jenis limbah cair, sistem pengolahan yang digunakan berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Dimana, lanjut Ade, keberadaan IPAL berfungsi untuk mengolah limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan manufaktur industri, komersial, dan pertambangan. Sebagaimana diketahui, limbah sisa hasil industri mengandung racun berbahaya yang dapat menimbulkan kontaminan, baik fisik, kimia, maupun biologis.

“Tapi tak sedikit pula diduga sejumlah industri yang sudah punya IPAL memilih jalan pintas dengan membuangnya langsung ke aliran sungai. Karena, itu menyangkut biaya operasional pengolahan. Kalau buang langsung ke sungai tanpa melalui proses IPAL kan jelas tidak mengeluarkan budget,” tukasnya.

Meski demikian, Ade belum mau menyimpulkan apakah cairan yang dibuang ke sungai tersebut merupakan limbah yang sudah melalui proses IPAL atau limbah B3 yang dibuang tanpa melalui proses IPAL.

“Untuk pastinya nanti kita lihat hasil uji labnya, dan segera kita sampaikan laporan pengaduannya kepada instansi terkait,” imbuhnya.

Untuk diketahui, dalam patroli sungai itu, aktivis Banksasuci juga menemukan tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di sepanjang aliran Sungai Cisadane. Dari hasil penelusuran, terdapat sejumlah TPS ilegal yang berada persis di bibir Sungai Cisadane yang masuk di wilayah Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.(dra)

About admin

Check Also

BPBD Kota Tangerang Optimalkan Profesionalitas, 40 Personel Ikuti Diklat Teknis Operator Pemadam Kebakaran di Bogor

BOGOR – Dalam upaya meningkatkan profesionalitas dan kesiapsiagaan aparatur di bidang kebakaran dan penyelamatan, Badan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!