Home / Politik / Serapan Anggaran Rendah, Fraksi PKB Berikan Nilai Negatif LKPJ Walikota Tangerang

Serapan Anggaran Rendah, Fraksi PKB Berikan Nilai Negatif LKPJ Walikota Tangerang

Anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PKB, Tasril Jamal.

CNNBANTEN.ID – Anggota DPRD Kota Tangerang, Tasril Jamal, soroti hasil Laporan Kerja Pansus IV perihal Laporan Keterangan PertanggungJawaban (LKPJ) Walikota Tangerang tahun 2019. Anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut, namun masih ada beberapa hal yang masih harus diperbaiki kinerjanya.

“Kami telah menerima dan juga mempelajari LKPJ Walikota Tangerang. Dari semua yang dilaporkan, masih ada beberapa hal yang menjadi catatan kami,” ujarnya, Senin (20/4/2020).

Menurut Tasril, Pemerintah Kota Tangerang terlihat kurang profesional dalam penggunaan dana APBD yang telah dianggarkan. “Padahal, masih banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembangunan kota Tangerang yang hingga sekarang terasa belum maksimal,” jelas Tasril Jamal.

Dalam catatan Tasril, dari tahun ke tahun selalu saja ada anggaran yang tidak teralokasikan. “Jika kita cermati, tahun 2017 tersisa dana sekitar 800 Miliar, tahun 2018 tercatat sekitar Rp 560 Miliar, dan tahun lalu masih tersisa Rp 581 Miliar yang tidak teralokasikan,” tambahnya.

Terkait hal itu, Tasril menyoroti kinerja Suku Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang dinilai kurang memuaskan. Karena belum optimalnya pengunaan dana, menurut Tasril realisasi hasil kerja pun menjadi tidak maksimal di lapangan.

Salah satu yang disorot adalah problem banjir yang belum lama ini melanda beberapa wilayah di Tangerang, yang salah satunya adalah wilayah Pondok Bahar. “Banjir kemarin menjadi salah satu contoh bagaimana sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Terbukti, karena hujan sedikit saja, jalan utama di Pondok Bahar bisa terjadi banjir. Belum lagi di banyak titik rawan banjir lainnya,” kata Tasril.

Menurutnya, Pemerintah Kota harus punya standar kualitas tata kelola perkotaan yang baik, mengevaluasi dengan cermat dan berani memberi sanksi terhadap BKM yang nyata-nyata tidak profesional dalam pengerjaan proyek. “Hal ini diperlukan agar hasil pengerjaan proyek pembangunan sarana-prasarana BKM di wilayah kecamatan dan kelurahan memenuhi standar kualitas yang diharapkan,“ ungkap Tasril.

Untuk ke depannya, menurut Tasril, Pemerintah Kota Tangerang harus menambah pompa pembuangan air dalam jumlah dan kapasitas yang memadai di setiap wilayah dengan potensi banjir yang tinggi. “Selain itu juga perlu dilakukan pemeliharaan secara berkala untuk menjamin alat pompa dapat digunakan setiap saat, serta melakukan pengecekan dan pemeliharaan tanggul secara rutin,” tambahnya.

Suku Dinas Lingkungan Hidup juga harus berperan dengan baik dalam pencegahan bencana banjir. Salah satunya adalah dengan melakukan penanganan sampah agar menjadi lebih baik dan efisien, sehingga tidak menumpuk dan menyebabkan banjir. “Sebaiknya Pemerintah Kota dapat terus meningkatkan kapasitas dalam penanganan kebersihan perkotaan. Karena itu, aparat yang terlibat harus orang-orang yang proaktif dan responsif terhadap keluhan dan aduan masyarakat,” tambah Tasril.

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan anggaran ke depan, Tasril juga menyarankan Pemerintah Kota untuk memberikan perhatian yang lebih besar lagi terhadap kualitas pembangunan dan pemeliharaan jalan umum untuk kenyamanan transportasi bagi masyarakat selaku pengguna. Ia berharap kualitas infrastruktur dan fasilitas transportasi yang tersedia dapat dinikmati dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Tangerang.

Menurut Tasril urusan penerangan jalan juga bisa lebih ditingkatkan pengelolaan dan kinerjanya dengan alokasi anggaran yang optimal. Karena itu, Tasril menyarakan kepada Pemerintah Kota agar mulai mengembangkan sistem kontrol secara digital untuk pengelolan seluruh lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

Sistem ini, menurutnya, dapat menampilkan jumlah dan sebaran titik lampu di seluruh wilayah Kota Tangerang, memberikan pesan otomatis secara sistem jika ada lampu PJU yang bermasalah, mengatur secara otomatis jam operasional lampu, dan mencatat secara otomatis rekap pemakaian seluruh lampu PJU di Kota Tangerang secara realtime. “Dengan sistem tersebut, pelayanan penerangan jalan umum menjadi lebih baik, serta dapat mendorong efesiensi dalam pemakaian biaya listrik PLN,” ujar Tasril.

Masih ada beberapa hal lain yang juga menjadi catatan anggota DPRD Kota Tangerang ini terkait peningkatan kinerja Pemerintah Kota Tangeran ke depan. Misalnya yang menyangkut soal perumahan rakyat dan kawasan pemukiman, fasilitas internet untuk warga, peningkatan kinerja aplikasi layanan pencarian kamar rawat inap yang harus segera di-upgrade. “Saya yakin dengan tata kelola pemerintahan yang lebih profesional banyak hal yang bermanfaat bagi masyarakat kota Tangerang dapat diwujudkan,” ujar Tasril. (gun)

About admin

Check Also

Saat Reses, Anggota DPRD Fraksi PKB Tampung Aspirasi Penebangan Pohon

TANGERANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang mengungkapkan, pemangkasan pohon yang berpotensi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!