Home / Politik / Pemilu 2019, Puluhan Sakit Hingga Satu Pengawas Keguguran

Pemilu 2019, Puluhan Sakit Hingga Satu Pengawas Keguguran

Abon-Ketua Bawaslu Lebak Odong Hudori

CNNBANTEN.ID LEBAK-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lebak mencatat, selama pelaksanaan Pemilu 2019, terdapat 18 pengawas mengalami sakit, satu orang keguguran, dan satu orang mengalami kecalakaan di 13 kecamatan. Walaupun saat ini kondisinya sudah membaik, sebelumnya pengawas tersebut harus dilarikan ke Pusat Kesematan Masyarakat (Puskemas) di wilayah masing – masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) nya.

Ketua Bawaslu Lebak Odong Hudori mengatakan, dari 13 kecamatan terdapat 18 pengawas mengalami sakit, satu orang keguguran dan satu orang mengalami kecelakaan saat menjalankan tugasnya diantarnya, Kecamatan Bojongmanik 2 orang sakit, Cilograng 1 orang, Curugbitung 1 orang, Cigemblong 1 orang, Malingping 2 orang sakit dan kecelakaan, Cirinten 3 orang, Bayah 2 orang, Cikulur 1 orang, Kalanganyar 1 orang, Cibeber, 1 orang, Panggarangan 1 orang, Rangkasbitung 1 orang dan Kecamatan Cijaku 2 orang sakit dan satu orang mengalami keguguran.”Total ada 20 pengawas yang mengalami sakit, keguguran dan kecelakaan,”kata Odong Hudori selepas kegiatan acara Silaturahmi komponen masyarakat pasca Pemilu 2019 di aula Kodim 0603 Lebak, Jumat (26/4)

 

Dari 20 pengawas yang mengalami sakit, keguguran dan kecelakaan menurutnya, walaupun saat ini kondisinya sudah membaik ke 20 pengawas tersebut sempat dilarikan ke Puskesmas guna mendapatkan perawatan medis.”Ya, faktornya kelelahan. Lima jenis surat suara Pemilu 2019 ini sangat berbeda dengan Pemilu sebelumnya,”terangnya.

 

Namun demikian, lanjut Odong Hudori kejadian ini harus menjadi perhatian serius khusunya pemerintah pusat untuk mengevaluasi Pemilu serentak yang melibatkan lima jenis surat suara diantaranya Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI,) DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten dan Kota.”Walaupun berat, ini amanah yang perlu kami jalankan. Namun Pemilu serentak ini juga harus bahan evaluasi karena tidak hanya karena sakit saja, di beberapa daerah di Indonesi ada sejumlah pengawas dari Linmas meninggal dunia,”tandasnya.

 

Sementara Ketua KPU Lebak Ni’matullah mengatakan, selain sakit pengawas Pemilu di Kabupaten Lebak juga terdapat dua orang Linmas meninggal dunia saat melaksanakan tugas menjadi pengawas Pemilu.”Ada dua orang Linmas yang gugur saat menjalankan tugasnya, satu di kecamatan Warunggunung, dan satu orang di Kecamatan Banjarsari,”kata singkatnya.(bon)

About admin

Check Also

Fraksi-fraksi DPRD Banten Apresiasi Rancangan Perubahan APBD Tahun 2021

CNNBanten.id – Sejumlah fraksi di DPRD Banten menunjukkan dukungan terhadap Rancangan Perubahan APBD Pemerintah Provinsi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!